Bab I
Pendahuluan
A. Latar
belakang
Dewasa ini, banyak
masyarakat memilih pengobatan secara tradisional karena masyarakat lebih
meyakini khasiat dari bahan alam yang mempunyai efek samping lebih kecil
dibandingkan dengan pengobatan secara modern yang mungkin mempunyai efek lebih bahaya bagi
tubuh mereka. Salah satu pengobatan tradisional adalah pengobatan dari
tumbuhan, dan salah satu contohnya adalah daun jarak (Ricinus communis),
tumbuhan ini sering digunakan karena mempunyai khasiat seperti penurun panas,
obat kembung dan lain – lain.
Maka itu, dalam laporan
pengamatan ini saya akan membahas tentang spesifik dari daun jarak yang melalui
dari sistem penanaman, metode apa yang digunakan, dan lain-lain yang berhubungan
dengan daun jarak.
B.
Tujuan
pengamatan
1. Tujuan
khusus
-
Untuk memenuhi
persyaratan mengikuti UAS
-
Untuk mengetahui
tentang daun jarak
2. Tujuan
umum
-
Mengetahui kelebihan
yang dimiliki daun jarak bagi bidang farmasi
-
Mengetahui cara
membudidayakan tanaman jarak
-
Mengetahui cara
penggunaan dari tanaman jarak
Bab
II
Tinjauan
pustaka Tanaman Jarak ( Ricinus communis
)
A. Pendahuluan
Daun
jarak merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Tumbuhan
ini dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak dengan stek. Walaupun
telah lama dikenal sebagai bahan pengobatan dan racun, saat ini jarak pagar
makin mendapat perhatian sebagai sumber bahan bakar hayati untuk mesin diesel
karena kandungan minyak bijinya. Jarak Pagar juga dikenal dengan nama jarak
budeg, jarak gundul, atau jarak cina. Tanaman yang berasal dari daerah tropis
di Amerika Tengah ini tahan kekeringan dan tumbuh dengan cepat.
Jarak (Ricinus communis) adalah
tumbuhan liar setahun (annual) dan biasa terdapat di hutan, tanah
kosong, di daerah pantai, namun sering juga dikembangbiakkan dalam perkebunan. Jarak
pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman yang diunggulkan
di Indonesia sebagai penghasil minyak untuk biodisel. Biodiesel
adalah minyak solar yang dibuat dari minyak nabati berbagai macam
tumbuh-tumbuhan yang di transesterifikasi secara kimia.
B. Klasifikasi Tanaman
Jarak pagar termasuk dalam familia Euphorbiaceae satu famili dengan tanaman karet dan
ubi kayu. Adapun klasifikasi daun jarak sebagai berikut :
Kerajaan
|
|
Filum
|
Spermatophyta
|
Kelas
|
Dicotyledonae
|
Ordo
|
|
Famili
|
|
Upafamili
|
|
Bangsa
|
|
Upabangsa
|
Ricininae
|
Genus
|
Ricinus
|
Spesies
|
R.
communis L
Jatropha
Curcas L
|
Subsidi
|
Agiospermae
|
• Jatropa acerifolia Salisb.
• Jatropa janipha Blanco
• Curcas indica Rich.
•
Curcas purgans Medik
C.
Morfologi
Tanaman
Ciri-ciri dari tumbuhan daun jarak yaitu :
·
Habitus : Semak, menahun, tinggi 1½-5 m
·
Batang : Berkayu, bulat, bercabang, bergetah, putih kotor
·
Daun : Tunggal, tersebar, bekas daun tampak jelas, bulat telur,
bertoreh, pertulangan menjari, panjang 5-15
cm, lebar 6-16 cm,
hijau
·
Bunga : Mejemuk, bentuk malai, di ujung batang dan di ketiak daun,
kelopak terdiri dari lima daun kelopak, bulat
telur, panjang ± 4 mm, benang sari
mengelompok pada pangkal, kuning, tangkai putik tiga, pendek, hijau, kepala
putih melengkung keluar, kuning daun mahkota lima, ungu.
·
Buah : Kotak, panjang 2-3 cm, hijau
·
Biji : Bulat telur, coklat kehitaman
·
Akar : Tunggang, putih kotor
·
Jenis daun jarak :
Jarak Pagar
berbeda dengan Jarak kaliki atau Jarak kepyar atau Jarak kosta (Ricinus
communis), yang mempunyai ciri seperti tanaman singkong racun, buahnya
berbulu seperti rambutan. Jarak kepyar juga menghasilkan minyak dan digunakan
sebagai bahan baku atau bahan tambahan industri cat vernis, plastik, farmasi,
dan kosmetika, sehingga sudah lama dibudidayakan secara komersial di Indonesia.
Akan tetapi, minyak jarak kepyar tidak cocok digunakan sebagai bahan bakar
biofuel karena terlalu kental, jadi hanya bisa digunakan sebagai pelumas.
Jarak kaliki (Ricinus communis), merupakan
tanaman tahunan berumur pendek ( bianual), berbuah setahun sekali ( terminal ),
sedangkan jarak pagar (Jatropha curcas L) mampu berbuah terus menerus apabila
Agroklimatnya mendukung.
D.
Budidaya
Tanaman
a.
Habitat dan persebaran
Tumbuh
liar atau ditanam penduduk sebagai tanaman pagar, sebab itu disebut daun jarak/jarak
pagar. Dapat tumbuh baik di tanah yang tidak begitu subur dan beriklim panas,
dari dataran rendah sampai ketinggian 300 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis, sekarang tersebar di beberapa Negara
tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia banyak ditanam di Pulau Jawa dan
Madura.
b.
Penanaman
Penanaman
dilakukan pada awal atau selama musim penghujan sehingga kebutuhan air bagi
tanaman cukup tersedia. Bibit yang ditanam dipilih yang sehat dan cukup kuat
serta tinggi bibit sekitar 50 cm atau lebih. Saat penanaman tanah disekitar
batang tanaman dipadatkan dan permukaannya dibuat agak cembung. Penanaman dapat
juga dilakukan secara langsung di lapangan (tanpa pembibitan) dengan
menggunakan stek cabang atau batang.
Dalam
budidaya tanaman jarak pagar disarankan menerapkan sistem tumpang sari dengan
tanaman lain seperti jagung, wijen, atau padi ladang sehingga selain mengurangi
resiko serangan hama penyakit juga diversivikasi hasil. Jika pola penanaman
dengan tumpangsari maka jarak tanam digunakan jarak agak lebar misalnya 2.0 m x
3.0 m.
c.
Pembibitan
Bahan
tanam dapat berasal dari stek cabang atau batang, maupun benih. Bahkan
penyediaan bibit dengan tekhnik kultur jaringan dimungkinkan. Jika menggunakan
stek dipilih cabang atau batang yang telah cukup berkayu. Sedangkan untuk benih
dipilih dari biji yang telah cukup tua yaitu diambil dari buah yang telah masak
biasanya berwarna hitam.
Tempat
pembibitan diberi naungan / atap dengan bahan dapat berupa daun kelapa, jerami
atau paranet. Lama di pembibitan 2 - 3 bulan. Kegiatan yang dilakukan selama
pembibitan antara lain penyiraman (setiap hari 2 kali pagi dan sore),
penyiangan dengan melakukan pembersihan gulma sekitar tanaman dan seleksi
dengan memilih bibit yang pertumbuhannya baik.
Untuk
mendapatkan hasil daun Jarak yang
maksimal, maka didalam mencari bibit, harus benar-benar melihat beberapa faktor
keberhasilan, seperti bibit jarak tidak dapat diambil dari pohon induk yang
tidak berbuah terutama bibit yang berasal dari stek, karena hasil penelitian
telah membuktikan bahwa bibit stek dari pohon induk yang tidak berbuah, maka
setelah tanaman dewasa tidak berbuah juga, jika pohon induk hanya berbuah 1-3
buah hasil bibitpun sama, oleh karena itu, jika mau beli bibit, harus
betul-betul memperhatikan varietas pohon induk, jika tidak hasilnya akan
merugikan. Stek tidak baik diambil dari pucuk / batang muda, tapi dari batang
yang sudah tua dengan diameter batang sekitar 2-3 cm.
d.
Pengendalian
Gulma
disekitar tanaman dikendalikan baik secara manual / mekanis maupun secara
kimia. Pelaksanaan pengendalian gulma dapat bersamaan dengan kegiatan
pembumbunan barisan tanaman.
e.
Pemupukan
Pada
prinsipnya pemberian pupuk bertujuan untuk menambah ketersediaan unsur hara
bagi tanaman. Jenis dan dosis pupuk yang diperlukan disesuaikan dengan tingkat
kesu uran tanah setempat. Belum ada dosis rekomendasi khusus untuk tanaman daun
jarak. Jika diasumsikan pemupukan sama dengan jarak kepyar maka dosis pupuk
untuk tanaman daun jarak per Ha : 80 kg N, 18 kg P2O5, 32 kg K2O, 12 kg CaO dan
10 kg MgO. Pupuk N diberikan pada saat tanam dan umur 28 hari setelah tanam
(HST), sedangkan pupuk P, K, Ca dan Mg diberikan saat tanam Pemberian pupuk
organic disarankan untuk memperbaiki struktur tanah.
f.
Pemangkasan
Pemangkasan
dilakukan bertujuan untuk meningkatkan jumlah cabang produktif. Pemangkasan
batang dapat mulai dilakukan pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukaan tanah
untuk meningkatkan jumlah cabang. Pemangkasan dilakukan pada bagian batang yang
telah cukup berkayu (warna coklat keabu-abuan).
g.
Pengendalian Hama dan
Penyakit
Tanaman
jarak pagar yang ditanam petani di Indonesia umumnya sedikit atau hampir tidak
ada serangan hama dan penyakit. Hal ini kemungkinan disebabkan system
penanamannya yang umumnya dicampur dengan tanaman lain seperti gamal (Glyrecidiamacu
lata) dan waru. Jika penanaman dilakukan secara luas apalagi dengan system
monokultur diduga akan timbul serangan hama dan penyakit. Pada sistem penanaman
jarak di Tanzania dan Nicaragua dilaporkan adanya serangan serangga pada inflorecent
bunga dan buah serta serangan rayap pada pangkal batang. Untuk itu pengendalian
dapat dilakukan secara teknis maupun kimia.
h.
Panen
Panen
pertama akan dimulai umur tanaman 8-9 bulan dan akan terus-menerus berbuah
sepanjang tahun. Produksi puncak akan dimulai tahun ke-5, di bawah lima tahun
produksinya belum maksimal dan akan terus meningkat.
Tanaman
jarak pagar (Jatropha curcas) mulai berbunga setelah umur 3 - 4 bulan, sedangkan pembentukan buah mulai
pada umur 4 - 5 bulan. Pemanenan dilakukan jika buah telah masak, dicirikan
kulit buah berwarna kuning dan kemudian mulai mengering. Biasanya buah masak
setelah berumur 5 - 6 bulan. Tanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan yang
dapat hidup lebih dari 20 tahun apabila dipelihara dengan baik.
E. Ciri Khusus
Tanaman
-
Daun : memiliki bentuk
seperti jari 7-9 dan ada juga yang 4-5, daunya
lancip dan bergerigi dan diameternya 10-14 cm
-
Biji : setiap biji
dalam 1 bua terdapat 3 buah dan memiliki warna
coklat
Tumbuhan
ini tidak bisa bertahan jika terlalu tergenang banyak air ditempat ia tumbuh.
Tumbuhan ini bisa bertahan ditempat yang tidak subur sekalipun asal kan pH
tanahnya 6-7 dan memiliki drainase air yang baik.
Bab III
Funsi Tanaman Jarak ( Ricinus Communis ) Terhadap Bidang
Farmasi
A.
Kandungan
·
triakontranol,
alfa-amirin, kaempesterol, beta-sitosterol, 7-keto-betasitosterol,
stigmasterol, stigmas-5-en-3-beta-7-alfadiol, viteksin, isoviteksin, dan asam
sianida (HCN).
·
Daun mengandung
saponin, flavonoida, tannin dan senyawa polifenol.
·
Batang mengandung
sponin, flavonoida, tannin dan senyawa –senyawa
polifenol.
·
Getahnya mengandung
tannin 11–18 %.
·
Bijinya mengandung
berbagai senyawa alkaloida, saponin, dan sejenis
protein
beracun yang disebut kursin. Biji mengandung 35–45 % minyak
lemak,
yang terdiri dari berbagai trigliserida asam palmitat, stearat, dan kurkanolat.
Biji jarak selain mempunyai kandungan minyak, juga mengandung protein dan
senyawa lain, seperti terlihat pada tabel berikut:
Senyawa
|
Kandungan
(%)
|
Minyak/Lemak
|
38
|
Protein
|
18
|
Serat
|
15,5
|
Air
|
6,2
|
Abu
|
5,3
|
Karbohidrat
|
17
|
B.
Khasiat
Dalam kesehatan daun jarak dapat
digunakan sebagai obat dan kosmetik. dalam pemakaian sebagai obat daun jarak
berkhasiat sebagai antipiretik (penurun panas), anthelmintik (obat cacing),
obat sakit perut, obat luka, menjaga stamina tubuh, untuk menyembuhkan batuk dan sesak
nafas, untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan orang dewasa, obat
korengan, merupakan sumber pupuk organic dan pakan
ternak setelah mengalami proses Detoksifikasi. ( penghilangan racun ).
a. Penggunaan :
·
Daun digunakan untuk
mengobati bengkak karena terpukul, terkilir, patah
tulang, luka berdarah, gatal-gatal,
eksim, jamur di sela-sela jari kaki. Selain
juga dipergunakan untuk mencegah masuk angin bagi
bayi, mengobati penyakit lepra, kencing nanah, rematik, obat cacing, dan juga
untuk menyuburkan rambut.
·
Buah dan biji digunakan
untuk mengobati borok kronis, rematik, dan untuk
menghilangkan ketombe.
·
Getah untuk mengobati
borok, kudis, eksim, sembelit dan sakit gigi.
·
Efek samping : Hipertensi ( darah tinggi ), terutama
pada penggunaan injeksi atau infus, hal ini telah dibuktikan dengan percobaan
pada mencit pada saat dianestesi. Dan kemudian pada waktu + 10 menit
darah menjadi turun drastis sehingga menyababkan efek hipotensi.
·
Perhatian : Seluruh bagian tumbuhan jarak
pagar sangat beracun, sebab itu hanya digunakan untuk pemakaian luar. Cairan
getahnya mengandung senyawa beracun, yang dapat menimbulkan diare hebat. Gejala
keracunan berupa rasa mual, muntah, sakit perut, sesak nafas, pusing, keringat
dingin, dan akhirnya meninggal. Pertolongan dilakukan dengan mengusahakan
muntah atau dengan memberikan pencahar. Setelah itu biasanya diberikan madu,
gula aren, atau air garam.
b.
Bagian tumbuhan yang dipergunakan
·
Daun
·
Buah
·
Biji (diambil minyaknya
yang disebut minyak kurkas)
·
Getah
C.
Resep
Penggunaan Tanaman Jarak ( Ricinus
communis ) Secara Tradisional
·
Pada getah,
penggunaannya langsung saja memetik daunnya sehingga dari daun mengeluarkan
getah dan getah tersenut langsung dioleskan pada bagian yang luka.
·
Pada daun, dapat
digunakan sebagai penurun panas ( anti piretik ), mengobati obat kembung,
laksativ ( pencahar )
-
Untuk penurun panas,
ambil 5-6 helai daun jarak kemudian cuci daun, setelah itu remas daun jarak
lalu borehkan di pusar bagian perut dan diamkan, maka panas akan turun.
-
Untuk mengobati obat
kembung, cara penggunaannya sama dengan penggunaan pada daun.
-
Untuk pencahar, ambil
3-4 daun jarak lalu dimakan, atau dijadikan sebagai lalapan.
D.
Khasiat
Lain Tanaman Jarak ( Ricinus communis
) / Penemuan Baru Tanaman Terhadap Penyakit
Berkhasiat Mengobati : Sulit
Buang Air Besar, kanker mulut rahim dan kulit, sulit melahirkan dan retensi
placenta/ari-ari, reumatik, tetanus, epilepsy, bronchitis anak, TBC Kelenjar,
Schizophrenia.
a.
Biji :
-
Koreng
20 biji dibuang kulitnya, dilumatkan menjadi berbentuk bubur, ditambah sedikit garam, aduk rata. Tempel di tempat sakit sehari 2x.
20 biji dibuang kulitnya, dilumatkan menjadi berbentuk bubur, ditambah sedikit garam, aduk rata. Tempel di tempat sakit sehari 2x.
-
Prolapsus uterus dan rectum, Lumatkan biji jarak, tempelkan pada titik
Pai hui yang terletak di kepala.
-
Kesulitan melahirkan dan retensi placenta, Lumatkan biji jarak, tempelkan ketitik
akupunktur Yungchuan (VIII/1 = K-1) yang terletak di tengah-tengah telapak
kaki.
-
Kelumpuhan otot wajah, Lumatkan biji jarak, tempelkan pada sendi
mandibular dan lengkungan mulut, 1 x hari, selama 10 hari.
-
Kanker cervix, Salep/cream berisi 3-50/o ricin & 3%
dimethyl sulfoxide, dioleskan pada kanker cervix 1 x / hari, 5 - 6x / minggu
untuk 1 - 2 bulan. Dilakukan bersama-sama dengan penyinaran extracorporal.
-
Efek sampingnya adalah nyeri perut, gatal pada liang
kemaluan, gatal seluruh tubuh, eczema, biduran, serak, pembengkakan larynx,
gatal pada tenggorokan, pengelupasan kulit telapak tangan dan kaki, menggigil,
demam, yang hilang dengan obat-obat symptomatik.
b.
Daun:
-
Pemakaian luar :
Direbus, airnya untuk cuci atau dilumatkan, tempel.
-
Bengkak :
Daun dikukus matang, dibungkus ditempat yang sakit.
-
Hernia :
Daun dan sedikit garam dilumatkan, tempelkan dititik
tengah telapak kaki.
-
Koreng :
Daun segar direndam air panas sampai lemas, tempelkan
ke tempat sakit.
c.
Minyak
-
Constipasi :
Anak-anak 4 ml dan Dewasa 5 - 20 ml, minum pagi hari
sewaktu
perut kosong. Wanita hamil dan sedang haid
dilarang
minum (menyebabkan kongesti ringan pada
organ
panggul).
d.
Akar:
-
Pemakaian luar :
Dilumatkan, tempel.
-
Rheumatik persendian, epilepsi (Ayan) : 15 - 30 gr akar
direbus, minum.
-
Pegal-pegal, luka terpukul : 9 - 12 gr akar kering, rebus.
-
Gejala keracunan :
pemakaian Jarak
adalah sakit kepala, muntah berak, panas, leukositosis, gambaran darah putih
bergeser kekiri, produksi kencing terhenti, keringat dingin, kejang-kejang,
prostration, meninggal. Kematian dapat terjadi dengan menelan 20 biji jarak pada orang dewasa dan 2
- 7 biji pada anak-anak. Menghilangkan racunnya dilakukan dengan cara
memanaskan 100' C atau lebih selama 20 menit atau direbus selama 2 jam. Tetapi khasiat anti kanker hilang
dengan pemanasan.
Bab
IV
Hasil
Penanaman Budidaya
A.
Penanaman
, Pembibitan, Perawatan
a. Penanaman
Dalam pengamatan penanaman, sangat tepat
dengan musim tanam sama seperti budidaya terhadap tanaman jarak yang dimana
pada saat awal musim hujanlah yang baik untuk musim tanam atau selama musinm
penghujan. Oleh karena itu, tanaman jarak yang saya tanam berhasil
berkembangbiak dengan baik. Dan system penanaman yang saya lakukan tidak sesuai
dengan tata cara penanaman karena sistem yang saya gunakan adalah lempar biji
tanpa menguburnya didalam tanah.
Walaupun begitu tanaman jarak ini masih
terus berkembangbiak dan saya dapat simpulkan bahwa tanaman jarak tidaklah
selalu harus ditanam dengan cara dikubur didalam tanah tapi dapat juga tidak
perlu ditanam. Dan factor yang sangat mempengaruh bukanlah bagaimana system
penanaman akan tetapi kadar air yang akan diterima tanaman dan pH tanaman yang
akan menjadi tempat media tanamnya.
b. Pembibitan
Bahan yang digunakan untuk pembibitan
saya menggunakan bibit yang berasal dari biji buah tanaman jarak. Pada budidaya
tanaman, waktu yang diperlukan dalam pembibitan sekitar 2-3 bulan akan tetapi
pada pengamatan yang saya lakukan hanya dalam waktu 2-3 hari diji telah
menghasilkan akar walaupun dalam ari tersebut hanya sedikit akar yang telah
berkembangbiak. Dan waktu penyraman sama dengan sisitem penyiraman yang
dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore. Dalam pembibitan saya menggunakan 3 biji
dari 1 buah tanaman jarak yang dimana saya tanam dengan waktu bersamaan. Dimana
ukuran biji tersebut hampir berukuran sama. Akan tetapi, waktu tumbuh mereka
berbeda sehari dalam pertumbuhannya, bukan hanya dalam pertumbuhan pada akar
tetapi juga termasuk dalam terbentuknya batang dan daun.
c. Perawatan
Pada perawatan tanaman jarak tidak perlu
terlalu khusus karena kebanyakan tanaman jarak kemungkinan adanya hama hanya
sedikit kemungkinan atau hampir tidak ada, maka itu dalam perawatan tanaman
jarak ini tidak terlalu atau perlu perlakuan khusus.
Perawatan dalam penyiraman, disiram
dengan aturan perawatan yang dimana dilakukan dalam satu hari sebanyak 2 kali
pagi dan sore.
B.
Hasil
Pengamatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar