Selasa, 03 September 2013

cerpen : The Hope of an Email


yah.. ini sudah kesekian kalinya aku terus membuka email, berharap adanya email itu.. email yang ku terus menunggunya hingga 2 tahun terakhir ini, entah apa yang terjadi tiba2 komunikasi kami terputus dengan begitu saja tanpa aku tahu apa penyebabnya..
setiap kali, kubuka web yang bernama email ini, ingatan tentangnya trus saja menggangguku, ingatan pertama kali aku memulai kontak dengannya,
awalnya aku pikir dia hanyalah seorang pemuda yang baparas biasa saja dan tidak termasuk tipe ku, bahkan ku pkir lebih baik kakak lelakiku di banding dengannya.,,  bahkan tidak ada yang bisa menggantikan sosok lelaki sepeti kakakku,.. kakak yang kini berada ditempat yang berbeda denganku,
teman sebayaku pun bingung kenapa aku tidak mnyukainya padahal ia pemuda yang telaten, paras lumayan, pintar yah segala-galanya bahkan hampir perfect itulah celotehan teman sebayaku.  Yang menyadarkanku dari lamunan tentang bayangan kakakku.
Aku mengenalnya karena temanku begitu mengaguminya bahkan telingaku serasa panas mendengar namanya, semakin aku mendengar namanya aku pun semakin membencinya, berharap tidak pernah mengenalnya, bertemu dan sampai bertatap muka langsung.
Tepat 5 menit lagi sebelum masuk matkul dosen killer yang menurut beberapa mahasiswa, aku tanpa sadar telah menabrak seseorang didepan ku, saking begitu takutnya telat, hari itu aku tidak tau apa yng terjadi denganku baru kali ini aku telat biasanya aku selalu datang setengah jam sebelum adanya kelas. Saat aku mencoba bangun justru orang yang ku tabraklah yang meminta maaf terlebih dahulu dan itu membuatku penasaran siapa yang kutabrak dengan segera aku memandang orang itu, dan yah itulah pertam kali aku bertemu dengannya, pemuda itu.  Sehubung aku tidak menyukainya aku pun langsung meminta maaf dan pergi begitu saja tanpa menanyakan apa dia baik-baik saja.
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku bertemu dengannya lagi di perpustakaan tempat kesukaan ku menghabiskan waktu untuk menunggu dosen.
seperti biasa aku duduk didekat kaca sambil membaca buku kesukaanku yang terus berulang kubaca, tiba-tiba saja ada suara dari kejauhan yang memanggilku, kupikir itu hanyalah sebuah halusinasi saja tapi semakin lama semakin dekat suara itu dan membuatku melihat siapa pmilik suara itu,. Dan lagi-lagi dia, tanpa pikir panjang aku pun langsung melontarkan pertanyaan sinis “ada apa kau memanggilku, dan bagaimana kau tau nama ku?”.
Anehnya dia hanya tersenyum dan memintaku untuk membuka email ku, setelah itu, tiba-tiba saja dia  pergi lagi. Pikirku “dasar orang aneh”., akupun tidak memikirkanya dan melupakannya.
Bebrapa hari saat aku ingin mengirim tugas, aku melihat ada 2 inbox yang tidak ku buka dan nama pengirim yang tidak asing buatku namun sangat asing untuk kontak emailku, email itu ternyata sudah berumur hampir 3 hari. Akhirnyapun aku mngingat kembali apa yang dikatakan orang itu, waktu diperpustakaan. Awalnya aku tidak mau membukanya namun, aku tidak tau kenapa tiba-tiba saja jari ini mengklik kedua email itu.
Saat awal membuka aku pikir hanyalah sebuah keisengan belaka karena email itu terlampir, jadi mau tidak mau aku harus mendonloadnya terlebih dahulu, dan email itu sungguh jauh dari pikiranku.
Kedua email itu, memiliki isi yang sama, mungkin ia pikir email itu salah kirim atau apa ak tidak tau.
Email itu ...
hai ...
Maf sebelumnya, mungkin kau bertanya-tanya bagaimana aku bisa mengenalmu dan mengetahui emailmu. Aku telah mengetahui namamu dan mengenalmu sebelum kau masuk ke univ. Ini dan mengambil falkutas ini. Mungkin kau lupa kita pernah bertemu sebelumnya, sebenarnya bukan kau tapi aku yang pernah bertemu denganmu. Saat itu, aku selalu melihatmu membawa bunga dan menangis ditempat itu, dan itu yang membuatku penasaran dengan mu, maka aku pun diam-diam mengikutimu, dan terus mencari tau kabar tentang mu tanpa kau ketahui. Hingga aku pun tidak tau kenapa aku jadi jauh peduli kapada mu semakin aku mengenalmu, bahkan kejadian tentang kecelakaan tentang kakakmu, yang ku ketahui sebelum aku mengenal namamu. Aku senang ketika mendengar kabar kau masuk univ. Dan fakultas yang sama dengan ku. Aku semakin bisa mengenalmu, yah... walau ku bilang kau begitu cuek sehingga setiap kali aku lewat disebalahmu kau pun tidak melihatku, sehingga saat pertama kalinya kita berbicara dan bertemu langsung,.. ia saat kita tanpa sengaja tabrakan. Itu pertama kalinya aku berbicara langsung.
Aku benar-benar bingung temanmu begitu banyak mengenalku, tapi tidak denganmu, mungkin itu hanyalah basa-basi menurutmu tapi, ada hal lain yang ingin aku katakan padamu ,...
Hmmm...
Aku.... bisakah aku... menjadi pelindungmu....???
Mungkin aku tidak seperti kakakmu dan tidak akan bisa menggantikan posisinya, tapi bisakah kau memberikanku kesempatan..???
Walau hanya sebatas teman email pun tak apa.. jika kau ingin mengangap ku seperti tembok cerita pun tidak apa-apa tapi ..
Bolehkan aku juga menangungnya..??? beban itu, yang terus kau panggul..???
~~~~
Ia.. itulah email yang pertama kali ia kirim, dan entah bagaimana ceritanya aku semakin sering berkomunikasi denganya hanya lewat email tidak ketika bertatap muka langsung. Aku selalu menghindar darinya.
Sekarang....
Justru aku terus menunggu emailnya, email yang kuharap ia akan mengirimnya bahkan hanya untuk menanyakan kabarku,..
Email yang tak pernah ia kirim setelah ia lulus dan mendapatkan beasiswa ke jepang, awalnya ia masih membalas emailku tapi setelah itu hingga sekarang ia tak pernah membalasnya...
Dan kini aku, merasa kehilangan yang kedua kalinya sesosok orang yang mencoba melindungiku..
Aku hanya bisa mengatakan “aku menunggumu”..dan “selalu menunggumu” tanpa ia ketahui akan hal itu.


Tidak ada komentar: