Rabu, 19 September 2012

resensi novel "Temukan Aku Dalam Istikharahmu"


Bab I
Identitas Buku

Judul novel               : Temukan Aku Dalam Istikharahmu
                                  ( cinta islami dalam dunia metropolitan )
Penulis                     : E. Sabila El Raihany
Penyunting                : Renvi Lia
Desain sampul           : Hengky        
ISBN                        : 979-3383-82-8
Diterbitkan oleh         : CAKRAWALA
Alamat                      : Perum Griya Sidokarto Asri Blok C No.3
                                      Sidokarto, Godean, Yogyakarta 55564
Telp.faks                   : 0274-620879
Cetakan petama          : 2009
Cetakan kedua            : 2009
Cover                        : menarik, berwarna kombinasi hitam dan putih, terdapat pula  
  gambar seorang wanita berjilbab
Hal buku                    : 136 hal
Tebal buku                 : 0.5 cm
Panjang  Lebar         : 18.9 cm  12.8 cm
Model kertas              : bagus, berwarna putih dan agak tebal

Bab II
Sinopsis
            Alfiaturrahman, gadis cantik yang memutuskan untuk lebih memperdalam ilmu agamanya di sebuah pondok pesantren daripada ambisinya untuk menjadi seorang artis yang terkenal. Hari-harinya begitu indah selama dia berada di pondok. Namun dilemma itu pun terjadi terjadi. Alfi dihadapkan pada keputusan yang besar, masalah CINTA!!! Dalam waktu bersamaan 5 pria sekaligus menyatakan cinta padanya. Bingung.. itulah yang alfi rasakan. Manakah yang harus dia pilih ?! Dori teman masa kecilnya? Syaiful yang memiliki materi yang cukup ? Idris yang baik terhadap keluarganya? Dimas yang rela meninggalkan ibunya sendiri demi alfi ? ataukah faiz yang memiliki ketampanan seperti nabi yusuf a.s. ?
            Suatu hari, keluarga besar dari mas idris dan mas syaiful datang kerumah alfi. Disaat itu alfi dituntut untuk kebijaksanaannya dalam menjawab pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh kedua keluarga besar itu. Saat ingin menjawab alfi bingung apa yang harus dijawab karna alfi takut keputusannya akan menyakiti  keorangtuanya, maka itu alfi hanya bisa menjawab untuk meminta mereka berdua menemukannya dalam salat istikharah mereka. Dan kedua lelaki itu pun setuju. Dalam hati alfi, ia takut jika salah satu dari mereka mendapati dirinya dalam jawaban salat istikharah mereka dan alfi sangat berharap seandainya faiz ada disaat kesepakatan itu terjadi.
            Dua minggu kemudian, alfi semakin gelisah dan akhirnya ia pun menulis sebuah surat yang ditujukan kepada faiz, seorang lelaki yang ia temui pertama kali di sebuah toko buku gramedia. Dalam surat pertamanya ia mengatakan apa yang ia rasakan kepadanya. Kemudia, ia pun menulis surat kembali dan memberi tahukannya bahwa alfi hanya mempunyai waktu 2 minggu lagi untuk memilih. Setelah alfi mengirim surat, ia mendapat kan telpon dari faiz untuk memberikan jawaban atas suratnya itu, alfi pun meminta agar faiz menemukannya dalam salat istikharahnya.
Pada malam hari sebelum hari ‘H’, alfi mendapati faiz sebagai jawaban atas salat istikharahnya dan faiz pun demikian ia mendapati alfi senagai jawaban atas salat istikharahnya.
Pada hari ‘H’ nya, saat alfi telah memutuskanya, alfi pergi kedua lelaki yang datang kerumahnya, alfi pun memeberi tahukanya bahwa yang ia pilih adalah faiz. Akhirnya kedua lelaki itu pun menunjukan siapa sebenarnya mereka, alfi pun bersyukur bahwa Allah telah menunjukan kekuasaan-Nya.
Dan alfi pun, langsung bersujud syukur dan faiz pun menyusulnya. Itulah kisah kedua insan yang selalu di iringi ramhat dan ridho –Nya.  Allah SWT.


~ The End ~











Bab III
Unsur – Unsur Instrinsik
Tema                                       : Cinta
Judul                                       : Temmukan Aku dalam Istikharah Mu
Tokoh dan penokohan                        :
-          Alfiaturrahman        : gadis cantik, pintar, baik, sholeha, optimis, tidak pernah putus asa
-          Dimas                      : seorang yang begitu mencintai alfi dan baik
-          Syaiful                     : sombong, suka meremehkan orang lain
-          Idris                         : yang berpura-pura untuk mendapatkan sesuatu, egois
-          Dori                         : teman masa kecil alfi, pemarah, tidak bisa menghargai perasaan 
                            orang lain
-          Faiz                         : yang memiliki ketampanan seperti nabi yusuf as., baik, pemaaf,
                            sholeh, pintar
Tokoh pembantu                     :
-          Ana (sahabat alfi, gadis cantik, baik , pintar, penyabar, penjalan amanah )
-          Nida, Mita, Nurul (teman alfi, baik, perhatian kepada alfi )
-          Azki (adik alfi, punter menyembunyikan emosinya, baik, gadis pitar )
-          Desti, Tiara (sahabat azki, paling pintar ngelawak, baik )
-          Mama Dimas ( orang tua dimas, plinplan, hanya memikirkan masalah dunia  )
-          Abah ana dan Ummi Zulaikha ( orang tua ana, baik, penyayang )
-          Abah alfi dan Ummi Syarifah ( orang tua alfi, baik, penyayang )
-          Aliyya ( adik ana, baik, sopan )
-          Syayid Rufaqat ( majikan abah ana di arab, baik )
-          Kondektur ( bekerja keras )
-          Siska pertiwi, vanya ( orang yang suka mencari kesalahan azki )
-          Fatimah ( anak majikan abah ana, baik, cantik, sholeha )
-          Ahmad, vina, haikal ( teman orang tua alfi, baik )
-          Naya ( teman alfi di tempat media computer, baik )
-          Ummi Saodah ( Bu Nyai di tempat pesantren alfi, baik )
-          Bapak dan ibu rusli ( orang tua idris, sopan )
-          Bapak dan ibu thamrin ( orang tua sayful, sopan )
-          Salsa, lala ( teman dekat faiz, salsa baik, pengertian. Lala, orang yang pernah dekat dengan faiz )
Latar / setting                          :
-          Latar tempat dan waktu    :                                              
·         Pesantren Al-Huda                                        
·         Masjid Al-Mubarok
·         Kamar Azki, Malam hari
·         Kamar Azki, Tengah malam sebelum hari ‘H’
·         Kamar Alfi, Malam yang pekat
·         Dapur, (di rumah Alfi)
·         Dirumah Dimas
·         Indomaret, Pagi, 10.30
·         Di Rumah Sakit “ kasih Ibu”
·         Tempat audisi ( HI-Fest Production di Jakarta )
·         Kamar ( pesantren )
·         SMA harapan bangsa
·         Di kamar desti, Siang hari
·         Aula Al-Huda, Pagi, 10.05
·         Aula Al-Huda, Pagi hari, pukul 09.00
·         Rumah Ana ( kaliwungu )
·         Di rumah Alfi, 06.30 pagi
·         Di media komputer
·         Di kamar ana
·         Toko buku Gramedia
Alur / plot                                : Flash Back lalu maju kembali
Sudut pandang                        : Orang ketiga pelaku utama ( Alfi )
Bahasa yang dugunakan         : baik, tapi ada juga yang bahasa gaul ( bahasa yang mudah   
                                                  dimengerti, seperti bahasa sehari-hari tapi tetap sopan )
Gaya bahasa                            : personifikasi ( contoh : seakan butiran bening ikut
  merasakan penderitaan ku, tak ingin terhenti terus mengalir  
  dan mengalir ), hiperbola, alegori
Amanat                                   :
-          percayalah Allah tidak akan memberikan tugas atau cobaan kepada umat-Nya melebihi dari kemampuan setiap hamba itu sendiri,
-          jangan menganggap masalah atau cobaan yang kita terima terlalu sulit untuk kita, tapi Allah memberikan cobaan atau masalah karna Allah tau bahwa kita bisa  melewatinya, karna Allah lebih mengetahhui setiap yang ada di bumi dan di langit.




















Bab IV
Apresiasi
Kelebihan novel          :
-          Memiliki karya puisi yang indah
-          Bahasa-bahasa yang  islami, Makna dari setiap kata
-          Perasaan yang tergambar sangat jelas
-          Menarik pembaca dalam ceritanya
Kekurangan novel      :
-          Ada beberapa kata yang sulit dimengerti
-          Misterinya kurang didapat, karna ada beberapa bagian telah terdapat jawabannya sehingga kita tidak terlalu berpikir untuk mencoba menebaknya
-          Emosinya kurang didapat saat ketika sedang adegan marah atau kesal










Bab V
kesimpulan
Kritik                           : Ada beberapa penulisan yang salah dan tidak beraturan sesuai    EYD (contoh : kepada kAmi seharusnya kepada kami )
Saran                          :
-          Lebih memperhatikan penulisannya
-          Emosinya lebih digambarkan
-          Misterinya dilihatkan ataiu ditonjolkan sehingga bagi pembaca bisa menebak-nebak apa yang terjadi


Tidak ada komentar: