Bab
I
Identitas
Buku
Judul novel :
Temukan Aku Dalam Istikharahmu
( cinta
islami dalam dunia metropolitan )
Penulis :
E. Sabila El Raihany
Penyunting :
Renvi Lia
ISBN :
979-3383-82-8
Diterbitkan oleh :
CAKRAWALA
Alamat :
Perum Griya Sidokarto Asri Blok C No.3
Sidokarto, Godean, Yogyakarta 55564
Telp.faks :
0274-620879
Cetakan petama :
2009
Cetakan kedua :
2009
Cover : menarik, berwarna
kombinasi hitam dan putih, terdapat pula
gambar seorang wanita berjilbab
Hal buku :
136 hal
Tebal buku :
0.5 cm
Panjang
Lebar :
18.9 cm
12.8 cm
Model kertas :
bagus, berwarna putih dan agak tebal
Bab
II
Sinopsis
Alfiaturrahman,
gadis cantik yang memutuskan untuk lebih memperdalam ilmu agamanya di sebuah
pondok pesantren daripada ambisinya untuk menjadi seorang artis yang terkenal.
Hari-harinya begitu indah selama dia berada di pondok. Namun dilemma itu pun
terjadi terjadi. Alfi dihadapkan pada keputusan yang besar, masalah CINTA!!!
Dalam waktu bersamaan 5 pria sekaligus menyatakan cinta padanya. Bingung..
itulah yang alfi rasakan. Manakah yang harus dia pilih ?! Dori teman masa
kecilnya? Syaiful yang memiliki materi yang cukup ? Idris yang baik terhadap
keluarganya? Dimas yang rela meninggalkan ibunya sendiri demi alfi ? ataukah
faiz yang memiliki ketampanan seperti nabi yusuf a.s. ?
Suatu
hari, keluarga besar dari mas idris dan mas syaiful datang kerumah alfi. Disaat
itu alfi dituntut untuk kebijaksanaannya dalam menjawab pertanyaan yang mungkin
akan diberikan oleh kedua keluarga besar itu. Saat ingin menjawab alfi bingung
apa yang harus dijawab karna alfi takut keputusannya akan menyakiti keorangtuanya, maka itu alfi hanya bisa
menjawab untuk meminta mereka berdua menemukannya dalam salat istikharah
mereka. Dan kedua lelaki itu pun setuju. Dalam hati alfi, ia takut jika salah
satu dari mereka mendapati dirinya dalam jawaban salat istikharah mereka dan
alfi sangat berharap seandainya faiz ada disaat kesepakatan itu terjadi.
Dua
minggu kemudian, alfi semakin gelisah dan akhirnya ia pun menulis sebuah surat
yang ditujukan kepada faiz, seorang lelaki yang ia temui pertama kali di sebuah
toko buku gramedia. Dalam surat pertamanya ia mengatakan apa yang ia rasakan
kepadanya. Kemudia, ia pun menulis surat kembali dan memberi tahukannya bahwa
alfi hanya mempunyai waktu 2 minggu lagi untuk memilih. Setelah alfi mengirim
surat, ia mendapat kan telpon dari faiz untuk memberikan jawaban atas suratnya
itu, alfi pun meminta agar faiz menemukannya dalam salat istikharahnya.
Pada malam hari sebelum hari ‘H’,
alfi mendapati faiz sebagai jawaban atas salat istikharahnya dan faiz pun
demikian ia mendapati alfi senagai jawaban atas salat istikharahnya.
Pada hari ‘H’ nya, saat alfi telah
memutuskanya, alfi pergi kedua lelaki yang datang kerumahnya, alfi pun memeberi
tahukanya bahwa yang ia pilih adalah faiz. Akhirnya kedua lelaki itu pun
menunjukan siapa sebenarnya mereka, alfi pun bersyukur bahwa Allah telah
menunjukan kekuasaan-Nya.
Dan alfi pun, langsung bersujud
syukur dan faiz pun menyusulnya. Itulah kisah kedua insan yang selalu di iringi
ramhat dan ridho –Nya. Allah SWT.
~
The End ~
Bab
III
Unsur
– Unsur Instrinsik
Tema : Cinta
Judul : Temmukan Aku dalam
Istikharah Mu
Tokoh dan penokohan :
-
Alfiaturrahman :
gadis cantik, pintar, baik, sholeha, optimis, tidak pernah putus asa
-
Dimas : seorang yang begitu mencintai alfi dan baik
-
Syaiful : sombong, suka meremehkan orang lain
-
Idris : yang berpura-pura untuk mendapatkan
sesuatu, egois
-
Dori : teman masa kecil alfi, pemarah, tidak bisa
menghargai perasaan
orang lain
-
Faiz : yang memiliki ketampanan seperti nabi yusuf
as., baik, pemaaf,
sholeh, pintar
Tokoh
pembantu :
-
Ana (sahabat alfi,
gadis cantik, baik , pintar, penyabar, penjalan amanah )
-
Nida, Mita, Nurul
(teman alfi, baik, perhatian kepada alfi )
-
Azki (adik alfi, punter
menyembunyikan emosinya, baik, gadis pitar )
-
Desti, Tiara (sahabat
azki, paling pintar ngelawak, baik )
-
Mama Dimas ( orang tua
dimas, plinplan, hanya memikirkan masalah dunia )
-
Abah ana dan Ummi
Zulaikha ( orang tua ana, baik, penyayang )
-
Abah alfi dan Ummi
Syarifah ( orang tua alfi, baik, penyayang )
-
Aliyya ( adik ana,
baik, sopan )
-
Syayid Rufaqat ( majikan
abah ana di arab, baik )
-
Kondektur ( bekerja
keras )
-
Siska pertiwi, vanya (
orang yang suka mencari kesalahan azki )
-
Fatimah ( anak majikan
abah ana, baik, cantik, sholeha )
-
Ahmad, vina, haikal (
teman orang tua alfi, baik )
-
Naya ( teman alfi di tempat
media computer, baik )
-
Ummi Saodah ( Bu Nyai
di tempat pesantren alfi, baik )
-
Bapak dan ibu rusli (
orang tua idris, sopan )
-
Bapak dan ibu thamrin (
orang tua sayful, sopan )
-
Salsa, lala ( teman
dekat faiz, salsa baik, pengertian. Lala, orang yang pernah dekat dengan faiz )
Latar / setting :
-
Latar tempat dan waktu :
·
Pesantren Al-Huda
·
Masjid Al-Mubarok
·
Kamar Azki, Malam hari
·
Kamar Azki, Tengah
malam sebelum hari ‘H’
·
Kamar Alfi, Malam yang
pekat
·
Dapur, (di rumah Alfi)
·
Dirumah Dimas
·
Indomaret, Pagi, 10.30
·
Di Rumah Sakit “ kasih
Ibu”
·
Tempat audisi ( HI-Fest
Production di Jakarta )
·
Kamar ( pesantren )
·
SMA harapan bangsa
·
Di kamar desti, Siang
hari
·
Aula Al-Huda, Pagi,
10.05
·
Aula Al-Huda, Pagi
hari, pukul 09.00
·
Rumah Ana ( kaliwungu )
·
Di rumah Alfi, 06.30
pagi
·
Di media komputer
·
Di kamar ana
·
Toko buku Gramedia
Alur
/ plot :
Flash Back lalu maju kembali
Sudut
pandang : Orang
ketiga pelaku utama ( Alfi )
Bahasa
yang dugunakan : baik, tapi ada
juga yang bahasa gaul ( bahasa yang mudah
dimengerti,
seperti bahasa sehari-hari tapi tetap sopan )
Gaya
bahasa :
personifikasi ( contoh : seakan butiran bening ikut
merasakan penderitaan ku, tak ingin terhenti
terus mengalir
dan mengalir ), hiperbola, alegori
Amanat :
-
percayalah Allah tidak
akan memberikan tugas atau cobaan kepada umat-Nya melebihi dari kemampuan
setiap hamba itu sendiri,
-
jangan menganggap
masalah atau cobaan yang kita terima terlalu sulit untuk kita, tapi Allah
memberikan cobaan atau masalah karna Allah tau bahwa kita bisa melewatinya, karna Allah lebih mengetahhui
setiap yang ada di bumi dan di langit.
Bab IV
Apresiasi
Kelebihan
novel :
-
Memiliki karya puisi
yang indah
-
Bahasa-bahasa yang islami, Makna dari setiap kata
-
Perasaan yang tergambar
sangat jelas
-
Menarik pembaca dalam
ceritanya
Kekurangan
novel :
-
Ada beberapa kata yang
sulit dimengerti
-
Misterinya kurang
didapat, karna ada beberapa bagian telah terdapat jawabannya sehingga kita
tidak terlalu berpikir untuk mencoba menebaknya
-
Emosinya kurang didapat
saat ketika sedang adegan marah atau kesal
Bab
V
kesimpulan
Kritik
: Ada
beberapa penulisan yang salah dan tidak beraturan sesuai EYD (contoh : kepada kAmi seharusnya kepada
kami )
Saran :
-
Lebih memperhatikan
penulisannya
-
Emosinya lebih digambarkan
-
Misterinya dilihatkan
ataiu ditonjolkan sehingga bagi pembaca bisa menebak-nebak apa yang terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar