Jumat, 21 Desember 2012

alat penyuntik insulin


Tugas Akhir Semester 1
Pengantar Ilmu Farmasi

ALAT PENYUNTIK INSULIN




Dosen Pengajar        :  Tuti Wiyati S.farm, M.si Apt.,

Kelompok                :
1.       Afifah Nurdiyanah                 A 0121 058
2.       Ai siti Maryam                      A 0121 073
3.       Fauzi Firdaus                         A 0121 059
4.       Linda Audina                         A 0121 078
5.       Wulan Purnawati                   A 0121 048


Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia
Yayasan Hazanah Bandung
2012 - 2013
 
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah “Alat Penyuntik Insulin”,  untuk memenuhi persyaratan akhir semester 1 pada mata kuliah Pengantar Ilmu Farmasi.
Penulis tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya.
Penulis juga meminta maaf jika setiap kata dalam makalah ini ada yang kurang berkenan karena seperti kata pepatah “tidak ada gading yang tak retak”.  Kritik dan saran penulis harapkan.




Bandung, Desember 2012



Penyusun




DAFTAR ISI

Cover............................................................................................... 1
Kata Pengantar ...............................................................................  2
Daftar Isi                                                                                           3
Bab I Pendahuluan.................................................................................... 4
1.1.         Latar Belakang.............................................................. 4
1.2.         Pokok Masalah............................................................. 5
Bab II Pembahasan.......................................................................... 6
A.   Metode Penyuntikan Insulin.............................................. 6
B.   Daerah Penyuntikan.......................................................... 6
C.   Jenis-jenis Alat Suntik Insulin........................................... 7
D.   Pertimbangan Lain............................................................. 7
E.    Waktu Penggunaan............................................................ 9
Bab III Penutup................................................................................ 10
A.   Manfaat Alat Penyuntik Insulin......................................... 10
B.   Kesimpulan....................................................................... 10
Daftar Pustaka................................................................................. 11
Lampiran......................................................................................... 12
         



BAB I
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
Diabetes mellitus (diabetes = penerus, mellitus =manis madu), penyakit gula atau kencing manis adalah suatu ganguan kronis yang bercirikan hiperglikemia (glukosa-darah terlampau meningkat) dan khususnya menyangkut metabolisme hidratarang (glukosa) di dalam tubuh. Tetapi metabolisme lemak dan protein juga terganggu. (tan, Obat-obat penting. 2007)
Penyebab diabetes mellitus adalah kekurangan hormon insulin, yang berfungsi memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel dimetbolisir (dibakar) dan demikian dimanfaatkan sebagai sumber energi. Akibatnya, terjadi penumpukan glukosa di dalam darah (hiperglikemia) dan diekresi lewat kemih tanpa digunakan glycosuria. Karena itu, produksi kemih sangat meningkat dan penderita sering berkemih, merasa amat haus, berat badan menurun dan merasa lelah. Penyebab lain adalah menurunnya kepekaan reseptor sel bagi insulin (resistensi insulin) yang diakibatkan oleh makan terlalu banyak dan kegemukan (overweight). (tan, Obat-obat penting. 2007)
Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan "efektor" utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein.  Hormon ini bersifat anabolik yang artinya meningkatkan penggunaan protein. Hormon tersebut juga memengaruhi jaringan tubuh lainnya. (tan, Obat-obat penting. 2007)
Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut. Sedangkan, pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin. (tan, Obat-obat penting. 2007)
Klasifikasi dari jenis-jenis diabetes adalah sangat penting untuk antara lain penentuan pengobatan dan prognosisnya. Untuk klasifikasi tepat dari jenis diabetes yang paling sering terjadi pada pasien-pasien dengan hiperglikemia, dapat digunakan pedoman BMI dan riwayat keluarganya. Untuk tujuan ini dimanfaatkan sejenis flow chart sederhana untuk diagnostik, klasifikasi dan terapi. Dewasa ini, diabetes dapat dibagi dalam 3 tipe, yakni tipe-1, tipe-2 dan tipe hamil.
a.       Tipe-1, jenis remaja (juvenile, DM1)
Penyebabnya belum begitu jelas, tetapi terdapat indikasi kuat bahwa jenis ini disebabkan oleh suatu infeksi virus yang menimbulkan reaksi auto-imun berlebihan untuk menanggulangi virus. Akibatnya, sel-sel pertahanan tubuh tidak hanya membasmi virus, melainkan juga turut merusak atau memusnahkan sel-sel langrhans. Faktor keturunan juga dapat berpengaruh. Virus yang dapat dicurigai adalah virus Coxsackie-B, Epstein-Barr, morbilli (measles) dan virus parotitis(“bof”).
b.      Tipe-2, jenis dewasa (maturity onset, DM2)
Penyebabnya, akibat proses menua, banyak penderita jenis ini mengalami penyusutan sel-sel-beta yang progesif serta penumpukan amiloid disekitarnya. Mungkin juga sebabnya berkaitan dengan suatu infeksi virus pada masa muda. Diperkirakan pada penderita tanpa overweight resistensi insulin tidak memegang peranan.
c.       Diabetes kehamilan (GDM)
Pada wanita hamil dengan penyakit gula regulasi glukosa yang ketat adalah penting sekali untuk menurunkan resiko akan keguguran spontan, cacat-cacat dan overweight bayi atau kematian perinatal.

1.2           Pokok Masalah
Dalam perkembangan dunia pengobatan, begitu banyak obat-obatan yang diproduksi dan digunakan berbagai macam cara penggunaannya, seperti sirup dengan cara penggunaannya melalui oral. Salah satunya, perkembangan obat diabetes mellitus, selain diproduksi berupa tablet, capsul dan lain-lain, terdapat pengobatan diabetes mellitus melalui alat suntik. Maka yang akan dibahas di dalam makalah ini adalah penjelasan tentang pengobatan diabetes mellitus menggunakan alat suntik.
BAB II
PEMBAHASAN

A.              Metode Penyuntikan Insulin
Menggunakan insulin, diabetesein ataupun keluarga tentunya perlu untuk diberikan pengetahuan dan wawasan mengenai cara dan prosedur menyuntikkan insulin :
a.       Sebelum menyuntikkan insulin, kedua tangan dan daerah yang akan disuntik haruslah bersih. Bersihkanlah dengan cairan alkohol 70% dengan menggunakan kapas bersih dan steril.
b.      Tutup vial insulin harus diusap dengan cairan alkohol 70%.
c.       Untuk semua insulin, kecuali insulin kerja cepat, harus digulung-gulung secara perlahan-lahan denga kedua telapak tangan. Hal ini bertujuan untuk melarutkan kembali suspensi. (Jangan dikocok).
d.      Ambillah udara sejumlah insulin yang akan diberikan. Lalu suntikkanlah ke dalam vial untuk mencegah terjadi ruang vakum dalam vial. Hal ini terutama diperlukan bila akan dipakai campuran insulin.
e.       Bila mencampur insulin kerja cepat dengan kerja cepat harus diambil terlebih dahulu.
f.       Setelah insulin masuk ke dalam alat suntik, periksa apakah mengandung gelembung atau tidak. Satu atau dua ketukan pada alat suntik dalam posisi tegak akan dapat mengurangi gelembung tersebut. Gelembung yang ada sebenarnya tidaklah terlalu membahayakan, namun dapat mengurangi dosis insulin.
g.      Penyuntikan dilakukan pada jaringan bawah kulit (subkutan). Pada umumnya suntikan dengan sudut 90 derajad. Pada pasien kurus dan anak-anak, kulit dijepit dan insulin disuntikkan dengan sudut 45 derajat agar tidak terjadi penyuntikkan otot (intra muskular).

B.               Daerah Penyuntikan
Perlu diperhatikan daerah mana saja yang dapat dijadikan tempat menyuntikkan insulin. Bila kadar glukosa darah tinggi, sebaiknya disuntikkan di daerah perut dimana penyerapan akan lebih cepat. Namun bila kondisi kadar glukosa pada darah rendah, hindarilah penyuntikkan pada  daerah perut. Secara urutan, area proses penyerapan paling cepat adalah dari perut, lengan atas dan paha. Insulin akan lebih cepat diserap apabila daerah suntikkan digerak-gerakkan. Penyuntikkan insulin pada satu daerah yang sama dapat mengurangi variasi penyerapan. Penyuntikkan insulin selalu di daerah yang sama dapat merangsang terjadinya perlemakan dan menyebabkan gangguan penyerapan insulin. Daerah suntikkan sebaiknya berjarak 1inchi (+ 2,5cm)  dari daerah sebelumnya. Lakukanlah rotasi di dalam satu daerah selama satu minggu, lalu baru pindah ke daerah yang lain.

C.              Jenis-Jenis Alat Suntik Insulin
a.       Siring (syringe) dan jarum siring dari bahan kaca sulit dibersihkan, mudah pecah dan sering menjadi kurang akurat.Siring yang terbaik adalah siring yang terbuat dari plastik sekali pakai. Walaupun banyak pasien diabetes yang menggunakan lebih dari sekali pakai, sangat disarankan hanya dipakai sekali saja setelah itu dibuang. (gambar 1. Lampiran)
b.      Pena insulin (Insulin Pen)Siring biasanya tertalu merepotkan dan kebanyakan pasien diabetes lebih suka menggunakan pena insulin. Alat ini praktis, mudah dan menyenangkan karena nyaris tidak menimbulkan nyeri. Alat ini menggabungkan semua fungsi didalam satu alat tunggal. (gambar 1.1 Lampiran)
c.      Pompa insulin (Insulin Pump)Pompa insulin (insulin pump) diciptakan untuk mneyediakan insulin secara berkesinambungan. Pompa harus disambungkan kepada pasien diabetes (melalui suatu tabung dan jarum). Gula (Glucose) darah terkontrol dengan sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan. (gambar 1.2 Lampiran)

D.               Pertimbangan Lain
1.      Penyimpanan Insulin
1.1.       Bila belum dipakai : Sebaiknya disimpan 2-8 derajat celcius (jangan sampai beku), di dalam gelap (seperti di lemari pendingin, namun hindari freezer.



1.2.       Bila sedang dipakai :
1.2.1.           Suhu ruang 25-30 derajat celcius cukup untuk menyimpan selama beberapa minggu, tetapi janganlah terkena sinar matahari.
1.2.2.           Sinar matahari secara langsung dapat mempengaruhi percepatan kehilangan aktifitas biologik sampai 100 kali dari biasanya.
1.2.3.           Suntikkan dalam bentuk pena dan insulin dalam suntikkan tidak perlu disimpan di lemari pendingin diantara 2 waktu pemberian suntikkan.
1.2.4.           Bila tidak tersedia lemari pendingin, simpanlah insulin  di tempat yang teduh dan gelap.
2.      Efek Samping Penggunaan Insulin
2.1.       Gula darah rendah. Saat Anda mulai tergantung pada suntikan, kadar gula darah Anda akan menurunkan setiap waktu.
2.2.       Akibat dari penurunan gula darah, tubuh menjadi berkeringat, mual, atau pernafasan yang cepat.
2.3.       Jika tingkat gula darah menurun secara substansial, maka pasien bahkan bisa pingsan.
2.4.       Iritasi kulit atau peradangan dari jarum suntik. Beberapa pasien diabetes harus menyuntikkan secara teratur dan ini dapat mempengaruhi jaringan kulit.
2.5.       Bila kadar gula darah menurun, metabolisme tubuh juga menurun. Hal ini juga menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak yang sering menimbulkan kejang. Ini adalah kondisi langka yang memerlukan perhatian segera dari dokter.
2.6.       Karena kadar glukosa lebih rendah, pasien merasa pusing. Fungsi otak berjalan lambat.
2.7.       Hipoglikemia adalah efek samping dari menyuntikkan insulin. Terlalu banyak insulin dalam tubuh dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini menyebabkan sakit kepala, lemas, mengantuk, dan detak jantung yang cepat.
2.8.       Dalam kasus ekstrim, efek samping dari suntikan insulin dapat menyebabkan hiperglikemia. Gejala-gejala dari kondisi ini adalah rasa haus yang ekstrim, sering kencing, dan letih.
2.9.       Untuk beberapa pasien diabetes, suntikan insulin dapat menyebabkan alergi kulit seperti bengkak dan gatal.
2.10.   Beberapa efek samping yang jarang dari suntikan insulin adalah muntah, kulit merah di tempat yang disuntikkan, denyut jantung tidak teratur, kurang konsentrasi dan lain-lain.

E.               Waktu Penggunaan
            Kontrol gula darah secara alami untuk menghindari suntikan insulin. Pemanis buatan itu sangat berbahaya dan pastikan Anda menyuntikkan insulin 30 menit sebelum makan. Anda dapat menyuntikkannya pada lengan, paha, atau perut. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan petunjuk yang terbaik.





BAB III
PENUTUP

A.               Manfaat Alat Suntik Insulin
a.       Berdasarkan berbagai penelitian klinis, bahwa terapi insulin, selain dapat memperbaiki status metabolik dengan cepat, terutama kadar glukosa darah, juga memiliki efek lain yang bermanfaat, antara lain perbaikan inflamasi.
         
B.               Kesimpulan
            Alat penyuntik insulin merupakan alat penyuntik dalam terapi insulin, yang dimana alat penyuntik insulin ini akan digunakan pada saat kondisi pasien telah mengalami diabetes tahap lanjut dan ketika terapi pemberian obat secara oral sudah tidak bisa dilanjutkan atau kondisi tubuh yang sudah tidak bisa lagi melakukan pengobatan atau terapi secara oral.
            Maka itu, digunakan alat penyuntik insulin sebagai metode atau alternatif lain dalam melakukan terapi pada penderita diabetes.
            Alat penyuntik insulin selain dengan menggunakan syring terdapat dua alat yang bisa digunakan yaitu pena insulin dan pompa insulin.
           



DAFTAR PUSTAKA

            schimz, gery. 2008. “Farmakologi Dan Toksikologi” ed.3.  Jakarta :EGC
            tan, hoan  tjay Drs. dan drs. kirana rahardja. 2007. “Obat – Obat Penting” ed. IV.  Jakarta : PT Elex Media Komputindo, Gramedia.






LAMPIRAN

      (gambar 1. Syringe)

               (gambar 1.1. pena insulin)



        (gambar 1.2. pompa insulin) 

Tidak ada komentar: