Tugas
Akhir Semester 1
Pengantar
Ilmu Farmasi
ALAT PENYUNTIK INSULIN

Dosen Pengajar :
Tuti Wiyati S.farm, M.si Apt.,
Kelompok :
1.
Afifah
Nurdiyanah A 0121 058
2.
Ai
siti Maryam A 0121 073
3.
Fauzi
Firdaus A 0121 059
4.
Linda
Audina A 0121 078
5.
Wulan
Purnawati A
0121 048
Sekolah
Tinggi Farmasi Indonesia
Yayasan
Hazanah Bandung
2012
- 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah “Alat Penyuntik Insulin”,
untuk memenuhi persyaratan akhir semester 1 pada mata kuliah Pengantar
Ilmu Farmasi.
Penulis tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dalam
penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya.
Penulis juga
meminta maaf jika setiap kata dalam makalah ini ada yang kurang berkenan karena
seperti kata pepatah “tidak ada gading yang tak retak”. Kritik dan saran penulis harapkan.
Bandung,
Desember 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Cover...............................................................................................
1
Kata
Pengantar ............................................................................... 2
Daftar
Isi
3
Bab
I Pendahuluan....................................................................................
4
1.1.
Latar Belakang..............................................................
4
1.2.
Pokok Masalah.............................................................
5
Bab II Pembahasan..........................................................................
6
A. Metode
Penyuntikan Insulin..............................................
6
B. Daerah
Penyuntikan..........................................................
6
C. Jenis-jenis
Alat Suntik Insulin...........................................
7
D. Pertimbangan
Lain.............................................................
7
E. Waktu
Penggunaan............................................................
9
Bab III Penutup................................................................................
10
A. Manfaat
Alat Penyuntik Insulin.........................................
10
B. Kesimpulan.......................................................................
10
Daftar Pustaka.................................................................................
11
Lampiran.........................................................................................
12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Diabetes
mellitus (diabetes = penerus, mellitus =manis madu), penyakit gula
atau kencing manis adalah suatu ganguan kronis yang bercirikan hiperglikemia (glukosa-darah terlampau
meningkat) dan khususnya menyangkut metabolisme hidratarang (glukosa) di dalam
tubuh. Tetapi metabolisme lemak dan protein juga terganggu. (tan, Obat-obat
penting. 2007)
Penyebab
diabetes mellitus adalah kekurangan hormon insulin, yang berfungsi memungkinkan
glukosa masuk ke dalam sel dimetbolisir (dibakar) dan demikian dimanfaatkan
sebagai sumber energi. Akibatnya, terjadi penumpukan glukosa di dalam darah (hiperglikemia) dan diekresi lewat kemih tanpa digunakan glycosuria. Karena itu,
produksi kemih sangat meningkat dan penderita sering berkemih, merasa amat
haus, berat badan menurun dan merasa lelah. Penyebab lain adalah menurunnya
kepekaan reseptor sel bagi insulin (resistensi insulin) yang diakibatkan oleh
makan terlalu banyak dan kegemukan (overweight). (tan, Obat-obat penting. 2007)
Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan "efektor"
utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein. Hormon ini bersifat anabolik yang artinya meningkatkan penggunaan protein. Hormon tersebut
juga memengaruhi jaringan tubuh lainnya. (tan, Obat-obat
penting. 2007)
Kadar
insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai
menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Insulin
digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes
mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus
tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan)
untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut. Sedangkan, pada
pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah
atau kebal insulin. (tan, Obat-obat penting. 2007)
Klasifikasi
dari jenis-jenis diabetes adalah sangat penting untuk antara lain penentuan
pengobatan dan prognosisnya. Untuk klasifikasi tepat dari jenis diabetes yang
paling sering terjadi pada pasien-pasien dengan hiperglikemia, dapat digunakan
pedoman BMI dan riwayat keluarganya. Untuk tujuan ini dimanfaatkan sejenis flow
chart sederhana untuk diagnostik, klasifikasi dan terapi. Dewasa ini, diabetes
dapat dibagi dalam 3 tipe, yakni tipe-1, tipe-2 dan tipe hamil.
a. Tipe-1, jenis
remaja (juvenile, DM1)
Penyebabnya belum
begitu jelas, tetapi terdapat indikasi kuat bahwa jenis ini disebabkan oleh
suatu infeksi virus yang menimbulkan reaksi auto-imun berlebihan untuk
menanggulangi virus. Akibatnya, sel-sel pertahanan tubuh tidak hanya membasmi
virus, melainkan juga turut merusak atau memusnahkan sel-sel langrhans. Faktor
keturunan juga dapat berpengaruh. Virus yang dapat dicurigai adalah virus Coxsackie-B, Epstein-Barr, morbilli
(measles) dan virus parotitis(“bof”).
b. Tipe-2, jenis
dewasa (maturity onset, DM2)
Penyebabnya, akibat
proses menua, banyak penderita jenis ini mengalami penyusutan sel-sel-beta yang
progesif serta penumpukan amiloid
disekitarnya. Mungkin juga sebabnya berkaitan dengan suatu infeksi virus pada masa
muda. Diperkirakan pada penderita tanpa overweight resistensi insulin tidak
memegang peranan.
c.
Diabetes kehamilan (GDM)
Pada wanita hamil
dengan penyakit gula regulasi glukosa yang ketat adalah penting sekali untuk
menurunkan resiko akan keguguran spontan, cacat-cacat dan overweight bayi atau
kematian perinatal.
1.2
Pokok Masalah
Dalam perkembangan dunia pengobatan, begitu banyak
obat-obatan yang diproduksi dan digunakan berbagai macam cara penggunaannya,
seperti sirup dengan cara penggunaannya melalui oral. Salah satunya,
perkembangan obat diabetes mellitus, selain diproduksi berupa tablet, capsul
dan lain-lain, terdapat pengobatan diabetes mellitus melalui alat suntik. Maka
yang akan dibahas di dalam makalah ini adalah penjelasan tentang pengobatan
diabetes mellitus menggunakan alat suntik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Metode Penyuntikan Insulin
Menggunakan
insulin, diabetesein ataupun keluarga tentunya perlu untuk diberikan
pengetahuan dan wawasan mengenai cara dan prosedur menyuntikkan insulin :
a.
Sebelum menyuntikkan insulin, kedua tangan dan daerah
yang akan disuntik haruslah bersih. Bersihkanlah dengan cairan alkohol 70%
dengan menggunakan kapas bersih dan steril.
b.
Tutup vial insulin harus diusap dengan cairan alkohol
70%.
c.
Untuk semua insulin, kecuali insulin kerja cepat,
harus digulung-gulung secara perlahan-lahan denga kedua telapak tangan. Hal ini
bertujuan untuk melarutkan kembali suspensi. (Jangan dikocok).
d.
Ambillah udara sejumlah insulin yang akan diberikan.
Lalu suntikkanlah ke dalam vial untuk mencegah terjadi ruang vakum dalam vial.
Hal ini terutama diperlukan bila akan dipakai campuran insulin.
e.
Bila mencampur insulin kerja cepat dengan kerja cepat
harus diambil terlebih dahulu.
f.
Setelah insulin masuk ke dalam alat suntik, periksa
apakah mengandung gelembung atau tidak. Satu atau dua ketukan pada alat suntik
dalam posisi tegak akan dapat mengurangi gelembung tersebut. Gelembung yang ada
sebenarnya tidaklah terlalu membahayakan, namun dapat mengurangi dosis insulin.
g.
Penyuntikan dilakukan pada jaringan bawah kulit
(subkutan). Pada umumnya suntikan dengan sudut 90 derajad. Pada pasien kurus
dan anak-anak, kulit dijepit dan insulin disuntikkan dengan sudut 45 derajat
agar tidak terjadi penyuntikkan otot (intra muskular).
B.
Daerah Penyuntikan
Perlu
diperhatikan daerah mana saja yang dapat dijadikan tempat menyuntikkan insulin.
Bila kadar glukosa darah tinggi, sebaiknya disuntikkan di daerah perut dimana
penyerapan akan lebih cepat. Namun bila kondisi kadar glukosa pada darah
rendah, hindarilah penyuntikkan pada daerah perut. Secara urutan, area
proses penyerapan paling cepat adalah dari perut, lengan atas dan paha. Insulin
akan lebih cepat diserap apabila daerah suntikkan digerak-gerakkan. Penyuntikkan
insulin pada satu daerah yang sama dapat mengurangi variasi penyerapan.
Penyuntikkan insulin selalu di daerah yang sama dapat merangsang terjadinya
perlemakan dan menyebabkan gangguan penyerapan insulin. Daerah suntikkan
sebaiknya berjarak 1inchi (+ 2,5cm) dari daerah sebelumnya. Lakukanlah
rotasi di dalam satu daerah selama satu minggu, lalu baru pindah ke daerah yang
lain.
C.
Jenis-Jenis Alat Suntik Insulin
a. Siring
(syringe) dan jarum siring dari bahan kaca sulit dibersihkan, mudah pecah dan
sering menjadi kurang akurat.Siring yang terbaik adalah siring yang terbuat
dari plastik sekali pakai. Walaupun banyak pasien diabetes yang menggunakan
lebih dari sekali pakai, sangat disarankan hanya dipakai sekali saja setelah
itu dibuang. (gambar 1. Lampiran)
b. Pena
insulin (Insulin Pen)Siring biasanya tertalu merepotkan dan kebanyakan pasien
diabetes lebih suka menggunakan pena insulin. Alat ini praktis, mudah dan
menyenangkan karena nyaris tidak menimbulkan nyeri. Alat ini menggabungkan
semua fungsi didalam satu alat tunggal. (gambar 1.1 Lampiran)
c.
Pompa insulin (Insulin Pump)Pompa
insulin (insulin pump) diciptakan untuk mneyediakan insulin secara
berkesinambungan. Pompa harus disambungkan kepada pasien diabetes (melalui
suatu tabung dan jarum). Gula (Glucose) darah terkontrol dengan sangat baik dan
sesuai dengan kebutuhan. (gambar 1.2 Lampiran)
D.
Pertimbangan Lain
1.
Penyimpanan
Insulin
1.1. Bila
belum dipakai : Sebaiknya disimpan 2-8 derajat celcius (jangan sampai beku), di
dalam gelap (seperti di lemari pendingin, namun hindari freezer.
1.2. Bila
sedang dipakai :
1.2.1.
Suhu ruang 25-30 derajat celcius cukup
untuk menyimpan selama beberapa minggu, tetapi janganlah terkena sinar
matahari.
1.2.2.
Sinar matahari secara langsung dapat
mempengaruhi percepatan kehilangan aktifitas biologik sampai 100 kali dari
biasanya.
1.2.3.
Suntikkan dalam bentuk pena dan insulin
dalam suntikkan tidak perlu disimpan di lemari pendingin diantara 2 waktu
pemberian suntikkan.
1.2.4.
Bila tidak tersedia lemari pendingin,
simpanlah insulin di tempat yang teduh
dan gelap.
2.
Efek
Samping Penggunaan Insulin
2.1. Gula
darah rendah. Saat Anda mulai tergantung pada suntikan, kadar gula darah Anda
akan menurunkan setiap waktu.
2.2. Akibat
dari penurunan gula darah, tubuh menjadi berkeringat, mual, atau pernafasan
yang cepat.
2.3. Jika
tingkat gula darah menurun secara substansial, maka pasien bahkan bisa pingsan.
2.4. Iritasi
kulit atau peradangan dari jarum suntik. Beberapa pasien diabetes harus
menyuntikkan secara teratur dan ini dapat mempengaruhi jaringan kulit.
2.5. Bila
kadar gula darah menurun, metabolisme tubuh juga menurun. Hal ini juga
menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak yang sering menimbulkan kejang.
Ini adalah kondisi langka yang memerlukan perhatian segera dari dokter.
2.6. Karena
kadar glukosa lebih rendah, pasien merasa pusing. Fungsi otak berjalan lambat.
2.7. Hipoglikemia
adalah efek samping dari menyuntikkan insulin. Terlalu banyak insulin dalam
tubuh dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini menyebabkan sakit kepala, lemas,
mengantuk, dan detak jantung yang cepat.
2.8. Dalam
kasus ekstrim, efek samping dari suntikan insulin dapat menyebabkan
hiperglikemia. Gejala-gejala dari kondisi ini adalah rasa haus yang ekstrim,
sering kencing, dan letih.
2.9. Untuk
beberapa pasien diabetes, suntikan insulin dapat menyebabkan alergi kulit
seperti bengkak dan gatal.
2.10. Beberapa
efek samping yang jarang dari suntikan insulin adalah muntah, kulit merah di
tempat yang disuntikkan, denyut jantung tidak teratur, kurang konsentrasi dan
lain-lain.
E.
Waktu Penggunaan
Kontrol gula darah secara alami
untuk menghindari suntikan insulin. Pemanis buatan itu sangat berbahaya dan
pastikan Anda menyuntikkan insulin 30 menit sebelum makan. Anda dapat
menyuntikkannya pada lengan, paha, atau perut. Konsultasikan dengan dokter Anda
untuk mendapatkan petunjuk yang terbaik.
BAB III
PENUTUP
A.
Manfaat Alat Suntik Insulin
a. Berdasarkan berbagai penelitian klinis, bahwa
terapi insulin, selain dapat memperbaiki status metabolik dengan cepat,
terutama kadar glukosa darah, juga memiliki efek lain yang bermanfaat, antara
lain perbaikan inflamasi.
B.
Kesimpulan
Alat penyuntik insulin merupakan
alat penyuntik dalam terapi insulin, yang dimana alat penyuntik insulin ini
akan digunakan pada saat kondisi pasien telah mengalami diabetes tahap lanjut
dan ketika terapi pemberian obat secara oral sudah tidak bisa dilanjutkan atau
kondisi tubuh yang sudah tidak bisa lagi melakukan pengobatan atau terapi
secara oral.
Maka itu, digunakan alat penyuntik
insulin sebagai metode atau alternatif lain dalam melakukan terapi pada
penderita diabetes.
Alat penyuntik insulin selain dengan
menggunakan syring terdapat dua alat yang bisa digunakan yaitu pena insulin dan
pompa insulin.
DAFTAR PUSTAKA
schimz, gery. 2008.
“Farmakologi Dan Toksikologi” ed.3.
Jakarta :EGC
tan, hoan tjay Drs. dan drs. kirana rahardja. 2007. “Obat
– Obat Penting” ed. IV. Jakarta
: PT Elex Media Komputindo, Gramedia.
LAMPIRAN
(gambar
1. Syringe)
(gambar 1.1. pena insulin)
(gambar 1.2. pompa insulin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar