بسم الله الرحمن الرحيم
Ternyata, sudah lama tidak mampir ke halaman yang semoat menjadi bagian dari keseharian saat jaman kuliah...
Dan kini kembali dengan kisah yang baru.. mungkin untuk sesaat aku akan melompati kisah beberapa tahun yang lalu..
Karna kini, aku ingin berkisah tentang sebuah organisasi/komunitas yang awalnya asing mendengar nama nya kini menjadi akrab didengar..
Institut Ibu Profesional
Sebuah komunitas yang hadir dari sebuah keresahan seorang suami terhadap kebahagian istri nya. Dimana, dari keresahan iti berkembang me jadi komunitas yang memberikan banyak dampak bagi dunia perempuan yang berperan sebagai calon istri/ibu ataupun yang sedang...
Ini kisah ku.. yang kubagikan dalam misi yang ke 10, berbagi rasa di wag hima. Bersama dengan kelompok terbaik yang لله tentukan
Perjalanan mengetahui iip dri temen di lembaga pendidikan di dt. Awalnya, hanya sebatas tanya iip apa? Tentang apa? Dan itu belum menarik diri karna baru skali dengar.. kemudian bbrpa bulan kemudia banyak sekali temn2 yang saya kenal satu per satu mengikuti program iip. Nah, dari sna saya mulai mencari tahu kembali tentang iip.. dulu cari nya via web, ketika sudah tau, mulai naik ke level pertanyaan gimna daftar nya, karna banyak programnya.. bagian mana yg harus dimulai dulu.. ketika ketemu jawaban nya Alhamdulillah baru terlaksana tahun ini.. karna tahun2 sblm nya slalu terlambat ikut pendaftaran menjadi member dulu..
[7/9 14.18] ana Nurdiyanah: Yang awalnya hanya tau sebatas dri web kini melangkah lebih dekat, mengenal dari dalam.. penjelasan tentang IIP dari sejarah awal hingga program² yang terlaksana.. yang perlahan semakin tertarik untuk terlibat.
[7/9 14.23] ana Nurdiyanah: Yang awal hanya penasaran tentang IIP di Foundation perlahan setelah berjalannya mengikuti misi hingga tahap ke martikulasi akhirnya saya menemukan strong why kenapa saya harus melanjutkannya..
[7/9 15.17] ana Nurdiyanah: Dan saat mengikuti tiap misi saya jdi melihat lebih dalam tentang iip tentunya diri sendiri.
Hanya misi berkesan bagi saya adalah misi kandang waktu dan latihan karakter.
Disini saya bisa merancang kembali misi visi saya yang sempat tertunda. seperti sepeda yg putus rantainya tpi tak kunjung diperbaiki.. dan misi ini menjadi pemicu saya untuk bergerak kembali, menyusun dan memulai lagi yang sudah di rencanakan
[7/9 15.18] ana Nurdiyanah: dari latihan karakter ini, saya menemukan kembali komitemen saya sebelum nikah, yg harus saya jaga dan jalankan dengan perkembangan ilmu dari iip.
Tak pernah bosan menjadi ibu pembelajar, yang dimana ia belajar, berkembang dan berdaya bukan hanya untuk dirinya saja tapi untuk keluarga nya..
[7/9 15.19] ana Nurdiyanah: Semoga allah memudahkan saya dalam menjalankan peran saya..
[7/9 15.22] ana Nurdiyanah: Alhamdulillah, demikian hikmah yang saya rasakan selama mengikuti proses di iip, seprti prinsip latihan,
"Bertahap, bertingkat dan berkelanjutan"


