Minggu, 06 November 2016

Karna itu tak pernah dimulai

Senin, 19 september 2016

Perjalanan ini ada hal yang ingin kucari, 
perjalanan ini ada hal yang ingin kutemukan kembali,
Perjalanan ini ada yang yang ingin kudapat, dan 
perjalanan ini ada hal yang ingin kutinggalkan hingga aku tak terperangkap kembali pada apa yang tidak pernah kumulai..

Tapi, entah kenapa seakan rasa tak pernah malu untuk berpendapat, rasa ingin tahu pandangan seperti apakah yang ia lihat dari cakrawalanya tentang dunia


Karna itu.. aku berharap 
Perjalanan ini dapat memberiku sebuah keputusan dalam pilihan
Dapat menemukanku pada apa yang telah hilang dariku
dapat memberiku sebuah penggenap terhadap yang ganjil dalam diriku
Dan dapat memberiku sebuah jawaban yang setidaknya itu tidak membuatku goyah kembali.
(Afna)
St. Kircon - bandung
Tepat pukul 20:00, perjalanan ini dimulai, dengan mereka  dua orang dari 9 orang yang menemaniku selama 4 tahun perjalananku selama menuntut ilmu, mereka yanti dan santi. Seperti biasa ketika bertemu mereka membawa setiap cerita masing-masing yang kemudian diceritakan dengan sikap dan gaya konyol mereka.seperti biasa.
Ini perjalanan jauh kami yang pertama "tentunya diluar bandung" bukan berarti kami tidak pernah pergi bersama. Kita lumayan sering pergi bersama yaaa ... bisa dibilang "bandung only" heheh...
Kota Pelajar ya .. itu adalah tempat yang menjadi tujuan kami sekarang. Pemberangkatan ke Yogyakarta dari Stasion Kiara condong Bandung.
Sehubung st. Kircon dekat dengan kosan ku, jadilah kosanku menjadi tempat kumpul dan pos untuk pengecekan barang bawaan terakhir. Seperti biasa makanan lebih diutamakan hehe.
Memiliki teman yang tidak jaim, konyol, berani ketika bersama itulah yang asyik, teringat kejadian ketika masuk stasiun sehubung baru pertama pergi jauh dengan kereta (maklum anak bus) seharusnya tanda bukti pembelian tiket ditukar dengan tiket kita tidak melakukannya dan dengan PD nya langsung masuk dengan kasih saja struk tiketnya, yahh gitu jd aja keliatan enggak pernah naik keretanya.. alhamdulillahnya ada satpam yang nuntun ke tempat pencetakan tiket, dan melihat antrian yang panjang kami pikir akan mengantri ternyata satpam yang tadi langsung memotong antrian, yaa. Alhamdulillah syariatnya Alloh membantu lewat pa satpam.
 lucunya ketika kita sedang mencari nomor gerbong yang tertulis di tiket, dengan sisi PD nya diriku yang memipin jalan padahal tidak tau posisi gerbong jadilah mereka ku ajak jalan-jalan sekalian. Bentuk gerbong kereta yang meliki dua pintu masuk seharusnya bisa lebih cepat jika kita masuk dari pintu pertama yang terlihat tapi sekali lagi karna ke PD an nya diriku mengajak mereka untuk jalan lebih jauh dan masuk melalui pintu satunya dan ternyata tempat duduk kami berada paling utama dari pintu pertama yang terlihat atau lebih tepat nya paling terakhir dari pintu masuk kami. Bingungnya lagi nomor kursi kami ternyata ada yang menempati jadinya kita menduduki tempat lain yang mungkin hingga kini belum bertemu tuannya. Tap bagaimana pun itulah pembelajarannya, managemen hati ketika melihat hal yang terpikir itu milik kita ternyata ada orang lain yang membawanya, dan keputusan yang bijak ketika mengambil pilihan diatasnya.
22:59 angka dari Jam android seakan tidak malu untuk manampakan dirinya. Sudah hampir tiga puluh menit ternyata aku memberi noda pada dukumen kosong dengan ketikan kata yang masih tak beraturan serta lantunan lagu dari rhido.rhoma "bulan terbelah dilangit amerika" yang tidak mau kalah.
~~~


~~
'Traveling ? Nge-hedon aja, sok gaya euy dll.. ' Mungkin itu yang terlintas dari mereka jika mendengar perjalanan ini. Kubenarkan beberpa dari mereka dan kuabaikan sebagiannya. Sisi pandang itulah yang ku anggap penting, jika melihat materi memang itulah jumlah yang terbuang tapi lihatlah sisi pelajaran yang didapat dari perjalanan itu jika engkau ingin mendapatkan sesuatu dari sebuah perjalan hingga lelah tidak ada nilainya dibanding apa yang didapat.


~~~
23:51 sekali lagi ia tetap tidak malu dan semakin berani untuk menunjukan dirinya, seakan menuntut diri untuk rehat sejenak. Tapi, jari tak peduli akan tuntutan yang diajukan oleh sang waktu, jari ini seakan ingin terus menari dalam alunan cerita.. Seperti ada sihir untuk terus menari yang diiringi dengan lagu "restu cinta by Adinarz"
Dan benar saja, jari dan mata ini seakan mengetahui sesuatu akan terjadi, yang ternyata kami sekali lagi salah gerbong seharusnya gerbong 6 kita malah di gerbong 3 hehehe.. malu?? ia tentu terutama ketika ada yang celetuk "atuh ini mah gerbong dengan harga 200 rb" tapi itulah pengalaman dan tidak ada harganya.. heheh
Seperti sebelumnya pernah kukatakan, pemikiran itu adalah hak milik mungkin seharusnya kita memang tidak boleh berpikir bahwa itu adalah milik kita, karna mau dipaksa bagaimana pun tetap hal itu pasti akan kembali pada yang haknya.

Rabu, 21 september 2016
21:43
hari kedua di kota pelajar, kota malam ya itulah yang biasa mereka katakan, karna semakin malam seakan semakin banyak bintang yang berjatuhan dikota ini.. ia taman lampion atau biasa disebut taman pelangi,  itulah salah satu tempat yang sedang kami Kunjungi ... tempat yang mencampur baurkan warna lampu dengan background.hitamnya malam..
Lalu, adakah yang berbeda dengan adanya hal tersebut? ... hmmm, 'tidak' kupikir, semakin ramai kota pelajar justru semakin membuatku mengingat sesuatu yang salah.


Tidak ada komentar: