sudah
hampir 9 tahun, setelah kejadian itu,.. kata mengalah selalu saja dilontarkan
kepadaku. Aku irenne yumi, panggil saja yumi. Aku anak terakhir dari dua
saudara, mungkin ketika pertama kali kuperkenalkan diriku mereka menganggapku
sebagai anak bungsu yang manja. Tapi justru tidak pada kenyataannya, aku
memiliki kakak wanita, irrine sukza panggil saja rin. Kami hanya beda satu
tahun, itu jarak yang lumayan dekat sekali.
sembilan
tahun yang lalu..
yumi
sd...
Paginya,
kakaku rin, menjerit kesakitan diperutnya, akhirnya dia dibawa kerumah sakit
dan dokter memfonisnya terkena usus buntu dan harus saat itu di operasi.
Saat
itu aku masih duduk di bangku sd kelas empat, aku berusa bertanya kepada kedua
orang tuaku, “kenapa dengan kak rin..?” tanya ku kepada papa, hanya saja papa
tidak menjawab pertanyaanku bahkan seakan mengagapku tidak ada.
Akhirnya
kutanyakan hal yang sama pula pada mama, mama pun melakukan hal yang sama
seperti papa. Aku yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa duduk diam didepan
ruang operasi.
Keesokannya,
sehubung kak rin, masih belum di ijinkan pulang akhirnya papa dan mama
bergantian kerumah sakit untuk menemani kak rin. Karena aku sekolah jadinya
mama dan papa tidak melibatkanku dan tidak mengijinkanku untuk menjenguknya,
kupikir wajar karena rumah sakit tidak mengijinkan anak kecil menjenguk.
Setelah
beberapa hari, paginya..
Mama :
“yumi, mama hari ini kerumah sakit, nanti malam papa pulang kok”
Aku : hanya mengangguk, “ya..”
Sorenya,
papa telpon akan pulang telat kalau gak nanti mama yang pulang, akhirnya karena ingin menunggu papa ataupun
mama, aku ketiduran di ruang tamu, hingga terbangun jam 2 papa maupun mama
tidak ada, saat itu aku khawatir akan mereka berdua, tapi kekhawatiranku justru
sepertinya tidak berguna buat mereka.
Paginya
dengan santai mereka berdua pulang bersama
Mama :
“maaf mama sama papa tidak ada yang jadi pulang karena kakakmu mau ditemenin
sama mama dan papa”
Akupun
tanpa pikir panjang, langsung mengatakan “lalu bagaimana yumi apa mama papa
tidak mengkhawatirkanku” sambil teriak ala anak kecil.
Tapi
mama justru mengatakan “yumi mengertikan kak rin lagi sakit jadi perlu
ditemenin, yumi sudah besar sekarang jadi harus bisa mengalah dengan kak rin
juga yah..”. tanpa memperhatikan aku sedang menangis karena khawatir dengan
mereka. Semenjak itulah kata mengalah
pertama dilontarkan kepadaku, saat itu aku berharap tidak pernah mendengarnya.
Dan karena operasi ini kak rin jadi sakit-sakitan dan jadi berfisik lemah.
~~~~~
Yumi
smp..
Saat
itu, mama menghadiahiku sebuah gelang kesayangan mama yang mama dapat dari papa
dulu. Hadiah itu sudah diniatkan untukku, bahkan kak rin ketika inginkan itu
mama terus menegaskan kepadanya.
Esoknya
kak rin jatuh sakit, dan divonis tiffus., dan lagi-lagi kak rin harus di rawat
inap di rumah sakit.
Malamnya,
aku dipanggil papa ke halaman belakang,..
Papa :
“yumi,... (sambil terbata-bata)... yumi tau kan kak rin sakit...”
Dalam
hatiku, berdo’a berharap tidak terulang lagi kejadian itu... kejadian ketika
yumi sd.
Aku :
“ya yumi tau pa..”
Papa
melanjutkan : “yumi, papa khawatir kak rin, jatuh sakit.... karena... masalah
gelang yang mama hadiahkan kepada yumi,..”
Tanpa
sadar air mataku langsung keluar begitu derasnya bukan karena kata gelang tapi
aku khawatir kata mengalah itu keluar dari kata-kata papa dan itu akan terulang
lagi. Papa pun melanjutkan “..jadi papa harap yumi mau mengalah dengan kak rin, yah.. papa yakin pasti yumi akan
mendapatkan hal yang jauh lebih dari gelang itu...” yah kata itu akhirnya
keluar dan air mataku pun keluar lagi dengan derasnya.
Papa :
“yumi maukan..??? dalam hal ini yumilah yang akan jadi pemenangnya karena yumi
telah mengalah.. yumi maukan..???”
Aku
yumi smp hanya bisa mengenggukan kepala tanpa mengatakan kata sepatah katapun.
Dan papa hanya mengatakan “trima kasih ya yumi.., sekarang yumi pergi tidur
sana dah malam..”
Aku
pergi kamar dan langsung merebahkan tubuhku tanpa mempedulikan tugas yang
deadline besok,.
~~~~
Yumi
yang baru mau masuk sma
Aku
bingung dalam menentukan dimana aku akan melanjutkan sma ku. Ada dua pilihan
utamaku, yaitu sma favorit di bantul dan smk kimia analisis favorit di bantul.
Hanya saja aku tidak diijinkan di antara keduanya, aku disuruh masuk sma di
yogyakarta, kalau jika ingin masuk smk maka aku harus masuk ke smk multimedia.
Hal ini karena obsesi dari kak rin, karena kak rin tidak masuk ke dua sekolah
itu karena fisik kak rin yang tidak memenuhi syarat masuk, makanya ia
melemparkan hal itu kepadaku, dan papa mama pun justru mendukung tanpa
mempedulikan keiinginanku dimana aku sekolah. Dan mengatakan sudah turuti saja
pendapat kak rin. Menurut ku itu kata
sebuah mengalah secara lembut.
Akhirnya,
aku pun masuk ke smk multimedia satandar international dimana itu bukanlah hal
kesukaanku. Sekalipun aku masuk kelas akselerasi.
~~~~
Yumi
sma
Aku
bertemu dengan seseorang pemuda tanpa sengaja, di perpustakaan nasional
jakarta. Saat itu, ada study tour ke universitas ui, jadi sebelum pulang aku
mampir ke perpustakaan, yah bukulah yang kini selalu menjadi pelampiasanku
ketika aku kesal.
Aku
begitu asyik membaca buku, sampai aku tidak menyadari ada seseorang yang jauh
membutuhkan buku itu dibandingkan denganku.
Tidak
tau bagaimana ceritanya semenjak itu kami saling komunikasi, hanya saja
komunikasi kami hanya membahas tentang ilmu pengetahuan, info-info penting,
atau apapun, dan tidak pernah membicarakan tentang kehidupan kami berdua.
Kami
seperti teman konsul, dia rein skuant, seorang mahasiswa kimia UI jakarta.
Panggil saja rein.
~~~~
Yumi
kuliah
Kak rin
kini kuliah di UGM fakultas mipa lebih tepatnya mengambil pendidikan biologi.
Aku dan
rein semakin sering berkomunikasi setelah aku masuk univ yang sama dengannya
hanya saja aku masuk fakultas IlKom UI. Kami berdua sering mengikuti acara
kampus jadi semakin berkominikasi.
Hampir
tiga tahun menganalnya, ia mengatakan hal yang mebuatku kaget, ketika ia telah
lulus dan mendapat beasiswa ke inggris.
Hari
itu tepat seminggu ia lulus atau lebih tepatnya dua hari sebelum ia pergi ke
inggris, dia mengatakan “maukah kau menungguku..??” pertanyaan yang membuatku
terdiam sesaat. Lusanya aku mengantarnya
sebagai teman ke bandara, dan sampai pesawatnya lanndas pun aku tidak
memberikan jawabannya, karena aku takut kejadian itu terus berulang hingga aku
memutuskan kepada siapa aku nantinya,
Hanya
saja, akhirnya aku ambil keputusan untuk menunggunya.
~~~~~~~~
Sembilan
tahun kemudian
Yumi
sekarang
Sudah
hampir tiga tahun aku dan rein tidak berkomunikasi.
Paginya
aku dapat pos, sebuah nama yang tidak asing buatku.. yah itu rein. Rein menulis
surat dan mengatakan bahwa esok ia akan pulang. Sehubung aku tidak bisa karena
kesibukanku sebagai seorang staf manager di salah satu perusahan televisi
swasta.
Seminggu
kemudian aku baru bisa bertemu dengannya, dan waktu seminggu itu waktu yang
cukup lama untuk seorang kak rin mengenalnya,,.. mengenal rein orang yang
kutunggu hingga sekarang.
Aku
tidak tau dari mana mereka bertemu. Aku mengetahuinya setelah beberapa bulan kemudian ketika tanpa sengaja membaca diary
kak rin yang mengatakan adanya sebuah perasaan untuk rein,
Rein
pun tidak mengetahui bahwa rin adalah kakakku. Aku hanya bisa menyimpan rahasia
ini. Hingga aku baru mengetahui bahwa kak rin mengetahui aku mengenal rein.
Karena hal ini kak rin langsung jatuh sakit yang hampir mebuatnya koma.
Yah..
benar lagi-lagi aku yumi harus mengalami hal ini dan tidak tau kapan harus
berhenti, karena papa dan mama memintaku untuk melepaskan rein, dan melupakan
rein. Aku benar-benar tidak mengerti apakah hal ini harus kulakukan juga agar
kak rin sembuh..??? apa harus aku..???
Malamnya...
Telepon
berdering
Aku :
“hallo.. iya siapa...???”
“ini
papa yumi.., yumi, kak rin kritis, kamu bisa kesini sekarang..??”
Aku
bingung apa aku harus datang atau tidak, karena jika aku datang mereka akan
terus memintaku untuk mengalah demi kesehatan kak rin.
Tapi,
aku tetap datang, dan benar dugaanku, mereka tanpa lelah memintaku.
Paginya..
Aku
menelepon rein, dan ingin berbicara empat mata denganya..
Aku :
“halo.. rein.. ini yumi,”
Rein :
“ya aku tau itu kau yumi, ada apa ?”
Aku :
“bisa kita bertemu sekarang ada hal yang ingin kukatakan padamu”
Rein :
“ada apa..?? apa ada masalah..??” sepertinya rein mengethui bahwa ada sesuatu
yang salah denganku.
Kitapun
bertemu. Sebelum aku mengatakan apapun, aku mengajak rein kesesuatu tempat.
Ya.. Rumah Sakit tempat kak rin dirawat.
Rein :
“kenapa kita kerumah sakit yumi..?? apa kau sakit..?? kau sakit apa..??”
pertanyan bertubi-tubi dari rein, yang tidak satupun aku jawab.
Depan
kamar rawat kak rin.
“rein
ada seseorang yang ingin bertemu denganmu..” kataku lemas.
Kamipun
masuk disana papa dan mama sepertinya sudah menunggu kami.
Papa :
“kau yang bernama rein..?”
Rein :
“ia om..”
Papa
langsung mengajak rein ke dekat kak rin. Rein terlihat kaget dan terlihat
seperti orang yang bingung.
“rin..??
yumi... rin...???” tanya rein dengan bingung.
“rein,..
yumi dan rin.. maksudku kak rin kami bersudara..”
“kenapa
kau tidak bilang bahwa rin adalah kakakmu dengan begitu kita bisa saling
mengenal satu sama lain terutama keluargamu yumi..” balasnya lembut. “kakakmu
sakit apa..?” . aku hanya diam tanpa menjawabnya.
“rein
ada yang ingin kukatakan, bisa kita bicara diluar..??”
Taman
rumah sakit
Aku :
“rein,.. yumi tidak ingin menyakiti siapapun termasuk rein,.. “
Rein :
“apa maksud yumi..??”
Aku :
“rein... tolong dengarkan yumi dulu.. jangan tanya kenapa ke yumi karena yumi
akan menjelaskanya dengan jelas”
Rein :
“baiklah.. katakan ada apa..??” balasnya dengan lembut dan tenang seperti
biasa. Aku tidak tau apa nanti ia bisa setenang itu ketika aku mengatakannya.
“rein.. maf jika yumi punya salah sama rein,..
yumi harap nanti rein tetap mengaggap yumi ada,.. (aku hanya bisa melihat
dahinya yang mulai mengerut) rein, .. sudah tau kalau yumi dan kak rin saudara,
maksud yumi mengajak rein kesini karena yumi ingin meminta satu hal ke rein,
dan hal ini berhubungan dengan kak rin. Sebenarnya selama ini yumi telah
mengetahui rein kenal dengan kak rin hanya saja yumi tidak tidak bisa
mengatakannya karena .. yu,,mi,,.. tau... kalau... kak.. riinn... menyukai rein
...(sambil terbata-bata). (sesekali kulihat wajah rein dan kali ini wajah rein
benar-benar seperti orang ingin bertanya). Kak rin jatuh sakit karena kak rin
tau kalau aku dan rein ada hubungan lebih dari teman biasa. Sekalipun kita
selalu menjaga jarak batas antara sorang pria dan wanita.
Karena
itu yumi ingin.. (tanpa sadar air mataku telah jatuh) rein bisa bersama dengan
kak rin (kata yang tidak bisa kukatakan tapi harus kukatakan).....” aku tidak
berani melihat wajahnya rein, aku takut melihat wajah rein saat ini.
“....
rein, yumi harap rein mengerti kondisi yumi, yumi hanya ingin melihat papa mama
senang kak rin bisa sembuh, dan tidak jatuh sakit lagi karena hal ini, kak rin
menyukai rein, yumi mohon rein mau dengan kak rin... sedang yumi,.. yumi bisa
bertahan, yumi akan baik-baik saja, jadi rein maukan...?”..
Sesaat,
sunyi tidak ada kata dari ku atau pun rein.. dan akhirnya rein pun berbicara
dan memecahkan kesunyian.
“yumi
telah mengatakan apa yang yumi katakan kini ijinkan rein untuk bicara, tolong
dengarkan rein, dan tolong jangan tanya kenapa, ... (sumyi sesaat)
Yumi,
aku memang mengenal kakak mu, masalah sebuah perasaan rin kepadaku aku tidak
tahu tentang itu, dan kau telah memberitahuku terima kasih. Sebelum rein pergi
ke inggris, rein pernah bertanya kepada yumi, maukah yumi menunggu rein ?
pertanyaan itu sungguh aku tanyakan kepada yumi, karena rein telah memilih
yumi, dan yumi pun telah menjawab pertanyaan rein. Setelah itu, rein berusaha
sekeras-kerasnya agar yumi tidak terlalu lama menunggu rein, maka itu rein
hampir tidak pernah lagi mengontak yumi. Ketika rein di inggris, rein telah
mnyiapkan segalanya untuk yumi. Dan rencana rein akhir bulan ini rein ingin
menyampaikan keseriusan rein ke kedua orang tua yumi. Tapi, justru aku
mendengar hal ini dari yumi. Yumi meminta ku untuk berpaling dan melupakanmu
begitu saja, ..” hal ini baru pertama kali aku melihat wajah rein tertunduk
sesak tak tertahan, dan perlahan ada lelehan air dari ujung mata rein.
“...
yumi mengatakan apakah aku mau..?? ... yumi, maaf, aku tidak bisa, karena aku
tetap memilih yumi jika hal ini terulang untuk kedua kalinya, sebuah perasaan
tidak bisa dipindah hatikan dengan mudah yumi, dan kau begitu mudahnya
mengatakan tidak apap-apa.. apa benar kau tidak apa-apa..??? haruskah kau menyakiti
perasaanmu hanya karena kesembuhan seseorang..???. aku tau jodoh sudah ada yang
mengaturnya, tapi..., apa harus melalui cara seperti ini..??? yumi maf aku
tidak bisa.” Kata terkahir dari rein dan pergi tanpa memandang ku terlebih
dahulu, bahkan setelah hari itu aku putus kontak dengan rein.
“seandainya hal ini terulang maka aku mungkin
akan melakukan hal yang sama, mengalah itulah
kata yang terus mereka lontarkan kepadaku tanpa mengetahui perasaanku,”.
~~~~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar